Hewan Peliharaan Dapat Menurunkan Kecemasan Anak Autis

jual kaos komik golongan darah
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa berada di dekat hewan peliharaan dapat membantu mengurangi kecemasan sosial pada anak-anak autis.

Temuan ini dilakukan menggunakan pendekatan pengobatan baru yang menggunakan hewan peliharaan seperti anjing, kucing dan kelinci untuk membantu anak-anak autis meningkatkan keterampilan sosial dan interaksi mereka dengan orang lain.

Penelitian ini melibatkan 38 anak autis dan 76 anak normal. Semua anak-anak memakai perangkat pergelangan khusus yang dirancang untuk mendeteksi kecemasan dan tanggapan lain terhadap situasi sosial. Baca: 12 Hal Paling Menarik Tentang Kentut

Anak-anak pertama kali diberi kesempatan membaca buku sendiri. Lalu, mereka diminta membacakan buku untuk dua anak lain dan kemudian diberikan waktu 10 menit untuk bermain dalam sebuah kelompok. Setelah itu, anak-anak diberi 10 menit waktu bermain dan disertakan dengan kelinci. Peneliti memilih kelinci karena ukurannya yang kecil dan sifatnya yang lembut.
kelinci lucu
kelinci lucu
Dibandingkan dengan anak-anak normal, anak autis memiliki kadar kecemasan lebih tinggi ketika membacakan buku kepada temannya dan selama bermain dalam kelompok. Namun, anak-anak autis mengalami penurunan yang signifikan pada tingkat kecemasan selama sesi bermain dengan kelinci.

Ini bisa jadi karena hewan peliharaan memberikan respon yang wajar tanpa pengecualian kepada semua anak sehingga membuat anak autis merasa lebih aman. Baca: 7 Hal Gila yang Anda Lakukan Selama Tidur

Studi ini dipublikasikan secara online dalam jurnal Developmental Psikobiologi. Penelitian ini sebagian didanai oleh US National Institute of Child Health and Human Development.

"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dengan adanya hewan pendamping, anak-anak dengan gangguan spektrum autisme mengalami peningkatan secara sosial," kata James Griffin,dari NICHD. Studi ini memberikan bukti fisiologis bahwa dekat hewan dapat menurunkan stres pada anak-anak autis yang mungkin mengalami masalah dalam interaksi sosial.

Namun, temuan ini tidak berarti bahwa orang tua dari anak autis harus mendekatkan hewan peliharaan dengan anak-anak mereka. Penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk mempelajari bagaimana hewan dapat digunakan dalam program-program untuk membantu anak-anak autis mengembangkan keterampilan sosial.
Previous
Next Post »